Senin, 08 Februari 2010

Mulut Mu Harimau Mu


Mendadak itu bisa dari segala aspek. Dari yang mendadak jadi kaya atau dapet kerjaan, mendadak jadi pinter, mendadak punya temen banyak sampai mendadak jadi orang terkenal.

Serius, kemarin gue ketemu orang yang mengalami sindrom mendadak. Maksudnya, karena udah dapet suatu kelebihan tuh orang mendadak berubah cara ngomongnya.
Memang gue udah ketemu sama beberapa orang tipe kayak gitu. Mendadak omongannya jadi tingkat tinggi, yang notabene dulu omongannya santai banget. Omongannya jadi berat-berat deh. Apesnya kalau tuh orang kehilangan kendali bisa-bisa malah orang lain dianggap remeh (pengalaman pribadi). Orang kayak gitu bisa aja menarik satu lusin orang tiap hari buat dengerin kehebatan omongan-omongannya yang tingkat tinggi. Tetapi seperti judul dalam bagian ini "Mulut mu harimau mu." Elo bisa ngomong sampai setinggi langit tetapi secara gak sadar itu harus didukung oleh tanggung jawab yang sepadan. Gak mungkin kan kita bilang A tetapi pada akhirnya ngelanggar omongan kita sendiri. Bisa-bisa berlusin-lusin orang yang sempat tertarik sama kita setiap harinya malah ngacir kabur.

Itu yang gue rasakan waktu ketemu orang yang mendadak kena "sindrom." Bukan maksudnya gak mau memandang karena takut sama lo (How dare you? Gue cuma takut kebawa emosi, abis omongan lu udah nganggep diri lo paling bener), Bukan maksudnya ngeremehin cuma jawab omongan lo pakai kata iya doang (dari pada entar debat kusir, toh kayaknya omongan lo menurut lo udah bener secara sempurna), Bukan maksud gue cepet-cepet pergi karena gue kalah sama elo (masih banyak hal menarik di luar sama daripada dengerin omongan lo yang nantinya bakal dipertanggung jawabkan besok). Susah deh ketemu orang kayak gitu:b




KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Hasil Ngintip Blog Orang

Gue kemarin habis iseng ngintip blog orang. Isinya sih gak panjang-panjang amat. Cuma satu paragraf tetapi mungkin punya makna yang mendalam buat si penulis.

Ada satu post-nya yang menceritakan keberuntungan dia bertemu dengan orang yang masih memegang keperawanannya (emang bener ya?). Dia bilang salut banget sama itu orang dan dia menilai wanita kayak gitu 1000:1. Jujur gue sebagai cewek cuma bisa melotot liat tuh orang nulis dengan begitu frontal (versi gue). Menurut gue, emang bener banget cewek itu penting buat menjaga keperawanannya tetapi yang jadi masalahnya tuh cowok pernah "ngapain-ngapain" cewek gak? Banyak lo orang yang bilang dengan suara lantang, "Gue pengen punya cewek yang masih ori" tetapi apa yang dia lakukan sama mantan-mantannya ngelebihin kedasyatan suara lantangnya. Apa itu ya lebihnya cowok dibanding cewek? Xixixixi... gue bingung deh kalau udah bicarain soal gender terlalu kontemporer.

Ini adalah renungan singkat aku di malem dingin ini karena gak bisa tidur. O.. ya Moga tuh cowok tindakannya bener ya kayak omongannya, I wish.


KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Sabtu, 06 Februari 2010

What’s The Hell about Affairs



Sampai saat ini aku masih bingung kenapa orang memilih untuk menghianati pasangannya dengan selingkuh. Ya.. Memang hidup ini sebuah pilihan tetapi kenapa? Kenapa? Kenapa? Hal tersebut dipilih. Seperti tulisan ku tahun lalu, selingkuh merupakan suatu ketidakadilan. Maksudnya, ketika kamu memberikan secara utuh perasaan cinta kamu tetapi pasangan mu justru membaginya menjadi dua atau lebih karena orang yang dilibatkan dalam urusan hatinya tidak cuma kamu. Apa itu adil? Aku rasa sangat tidak adil.


Apa penyebabnya adalah karena masalah psikologis atau penyimpangan kepribadian atau faktor keturunan atau hanya ingin memacu adrenalin atau kecanduan seks (seperti Tiger Woods) atau alasan lain yang lebih menakutkan lagi.


Apa penyebabnya karena aku dibesarkan dalam lingkungan yang sangat straight dalam urusan cinta. Maksudnya ketika kamu mencintai seseorang, setia lah pada orang tersebut. Maksud yang lebih dalam lagi adalah aku tak kan pernah selingkuh sebab aku akan malu terhadap ayah ku karena dia tidak pernah menjadikan ibu ku yang kedua.


Tapi tahu kan kamu akan hukum timbal balik seperti ajaran Islam. Hukum karma yang diajarkan dalam agama Budha, yang diperjelas dengan pernyataan bahwa diri kita adalah akibat dari apa yang sudah kita lakukan. Atau kata seorang pemikir hukum yakni Hugo Grotius dalam salah satu idenya tentang adanya hukum alam. Apa mereka tidak berfikir sampai sejauh itu? Dunia telah banyak memberikan bukti dan kenyataan kan tentang buruknya sebuah perselingkuhan. Kenapa mereka tetap memilih pilihan untuk berselingkuh?


What’s The Hell about Affairs!




KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia